Proses Melahirkan Bayi Secara Normal Dan Caesar

Banyak wanita yang merasakan ketakutan luar biasa ketika akan melahirkan bayinya sehingga sekian banyak ibu hamil menginginkan persalinan secara caesar karena tidak ingin melihat dan merasakan sakit mengeluarkan buah hatinya. Namun tidak semua wanita begitu bukan? Kebanyakan bumil juga menginginkan bayi yang dilahirkan secara normal tanpa harus merasakan operasi dan kesakitan setelahnya. Nah, tanda ibu akan melahirkan sangat perlu diketahui oleh ibu hamil khususnya bagi wanita muda yang hamil pertama kalinya.

Beberapa Tahapan Wanita Yang Ingin Melahirkan Normal

Kelahiran buah hati merupakan waktu yang paling dinanti oleh semua pasangan terutama ibu khususnya. Seorang wanita yang mengandungnya selama 9 bulan lebih dan membawanya kemanapun ia pergi. Hal tersebut tidaklah mudah dilakukan dan tidak dapat terbayangkan bagaimana rasanya. Nah, biasanya sebelum melakukan persalinan tersebut atau pada masa kehamilan mendekati kelahiran, beberapa wanita ada yang melihat video proses melahirkan bayi secara normal download di gadgetnya. Untuk mengetahui lebih jelasnya, kami berikan tahapan wanita yang ingin melahirkan tanpa proses caesar.

Tahapan pertama

Sebelum dokter menentukan persalinan tersebut dapat berjalan secara normal atau proses melahirkan caesar, biasanya akan dilakukan USG yaitu pemantauan menggunakan alat kedokteran untuk mengetahui posisi bayi tersebut kepala berada dibawah atau samping. Pada tahapan ini, wanita merasakan kontraksi pada rahimnya dan tidak semua ibu hamil mengalami kontraksi yang cepat yaitu setiap 5 menit sekali. Pada setiap kontraksi, mulut rahim semakin lama membesar atau biasa disebut sebagai bukaan. Persalinan dapat dilakukan setelah bukaan mencapai 10 dimana setiap 1 bukaan maka mulut rahim terbuka 1 cm.

Proses Melahirkan Bayi secara normal

Tahapan kedua

Bila anda pernah melihat video proses ibu melahirkan, tentu akan merasa ngeri karena terlihat sakit yang dirasakannya. Namun hal tersebut akan sirna jika anda sudah memasuki ruangan persalinan. Nah, setelah proses pembukaan yang memakan waktu dan tenaga, masih ada tahapan yang harus dilakukan yaitu mengeluarkan bayinya dengan bantuan dokter. Dokter akan memberikan instruksi supaya ibu hamil mengatur nafas untuk menciptakan tekanan pada perutnya dimana kepala bayi akan semakin dekat ke vagina. Setelah kepala menyembul keluar dengan menghadap kearah punggung ibunya lalu berputar arah kemudian disusul seluruh badannya.

Tahapan ketiga

Pada tahapan ketiga, setelah seluruh badan bayi keluar maka tali pusat dipotong supaya bayi dan ibu terpisah. Proses persalinan tidak berhenti sampai disini, meskipun bayi sudah dilahirkan dan dibersihkan dari darah dan kotoran yang menempel. Seorang ibu yang telah melahirkan bayinya maka akan mengeluarkan plasenta dimana plasenta tersebut akan keluar dengan sendirinya setelah kurang lebih 15 menit bayi lahir. Keluarnya plasenta terjadi dengan adanya kontraksi rahim dan disertai juga dengan keluarnya darah berkisar 100 hingga 200 cc. Selanjutnya dokter akan melakukan pembersihan dan memberikan jahitan jika dirasa dibutuhkan.

Pada tahapan diatas sangatlah penting untuk menambah pengetahuan dalam melakukan persalinan. Proses melahirkan memang sudah selesai pada tahapan ketiga namun dokter perlu melakukan pengawasan karena bisa saja pendarahan terjadi dan berakibat fatal pada ibu tersebut jika tidak segera diatasi. Pendarahan memang wajar terjadi namun tidaklah banyak, darah tersebut merupakan lokia yaitu cairan dengan sedikit darah yang berasal dari sisa-sisa jaringan. Jika belum ada gambaran tentang persalinan, tentunya ada beberapa referensi jika ingin melihat video melahirkan secara normal di rumah sebelum anda merasakan proses persalinan dan dapat di download.

Proses Melahirkan Bayi Secara Normal Dan Caesar | Hamadouche | 4.5