Langkah Tepat Menangani Hamil Anggur

Kehamilan menjadi masa paling mendebarkan yang akan dialami oleh semua wanita yang subur. Ketika Anda menghadapi fase tersebut, Anda diharuskan menjaga kehamilan dengan baik. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa kehamilan dapat menimbulkan resiko kesehatan yang besar bagi ibu dan bayi yang sedang dikandung. Anda bahkan dapat menemui kehamilan yang tak normal ketika Anda tidak paham akan kondisi bayi dan kesehatan tubuh Anda sendiri. Berbicara mengenai kehamilan tak normal, hamil anggur merupakan contoh dari kehamilan tak normal tersebut. Hamil anggur menjadi kehamilan yang gagal dan tak munkin tumbuh menjadi janin yang normal. Ketika kehamilan anggur terjadi, plasenta dan ovum yang tak mampu berkembang dengan baik akan berubah menjadi sekumpulan kista. Gelembung yang berwarna putih memiliki rupa yang serupa dengan anggur berwarna putih.

Penyebab, Gejala dan Resiko Hamil Anggur

advertisement

Jika Anda mengetahui gejala hamil anggur sejak dini, dampak negative yang mungkin Anda alami tidak akan berdampak terlalu parah. Pada dasarnya, hamil anggur dan hamil normal memiliki gejala yang serupa. Anda mungkin tidak akan menemukan perbedaannya jika Anda tidak paham akan gejala dari hamil anggur tersebut. Untuk memahami dengan lebih baik akan penyebab, gejala dan resiko dari hamil anggur tersebut, simak penjelasannya di bawah ini:

Gejala hamil anggur

  • Terjadinya pendarahan di vagina pada saat kehamilan menginjak trimester pertama
  • Mengalami muntah dan rasa mual yang parah
  • Keluarnya kista dari vagina yang memiliki bentuk seperti anggur
  • Rasa nyeri yang terasa pada bagian tulang panggul
  • Kista di ovarium
  • Mengalami anemia parah
  • Bentuk rahim yang lebih besar jika disesuaikan pada umur kehamilan normal
  • Mengalami hipertiroidisme
  • Mengalami preeklamsia

hamil anggurPenyebab kehamilan anggur

Penyebab hamil anggur sendiri dapat terjadi akibat tidak seimbangnya kromosom pada saat hamil. Hal tersebut dapat terjadi ketika ovum yang dibuahi oleh sperma tidak dilengkapi dengan informasi genetika. Hamil anggur juga dapat terjadi ketika ovum mengalami pembuahan oleh dua buah sperma secara bersamaan. Berikut penjelasan mengenai kedua penyebab tersebut:

  • Hamil anggur lengkap

Ovum yang dibuahi tidak memiliki informasi genetika sehingga ovum berkembang menjadi jaringan abnormal yang dikenal dengan mola.

  • Hamil anggur parsial

Ovum dibuahi oleh dua buah sperma secara bersama-sama. Jaringan abnormal berubah menjadi mola dan yang sukses berkembang akan mengalami kelainan.

Resiko hamil anggur

  • Wanita hamil ketika berada pada usia ± 40 tahun
  • Sebelumnya pernah merasakan hamil anggur
  • Pernah mengalami keguguran sebelumnya

Diagnosis dan Penanganan yang Tepat pada Hamil Anggur

Diagnosis hamil anggur dapat diketahui melalui serangkaian pemeriksaan medis. Pemeriksaan darah dan USG menjadi pilihan pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi kehamilan anggur secara tepat dan akurat. Dengan pemeriksaan tersebut, kondisi janin, keberadaan kista ovarium dan jumlah cairan amnion dapat diketahui sehingga dokter dapat mendiagnosa terjadinya hamil anggur. Ketika dokter menemukan hamil anggur, dokter akan memberikan arahan untuk melakukan penanganan hamil anggur sedini mungkin. Hal tersebut dilakukan guna menghindari komplikasi yang kemungkinan berdampak pada kesehatan pasien. Kuret dan pengangkatan rahim menjadi pilihan dalam menangani hamil anggur tersebut. pengangkatan rahim hanya dapat dilakukan bagi mereka yang memutuskan untuk tidak memiliki keturunan kembali. Jika Anda mengalami hamil anggur, Anda harus menjeda waktu untuk hamil kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *