Kehamilan Ektopik yang Perlu Diwaspadai

Bagi seorang wanita, hamil merupakan salah satu fase yang membuktikan bahwa ia merupakan seorang wanita yang telah dikodratkan oleh Tuhan. Dengan proses hamil, seorang wanita dapat melestarikan hidupnya atas anak yang ia kandung. Anak yang dilahirkannya kelak akan menjadi penerus keluarga dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya sendiri. Meskipun begitu, tidak semua proses kehamilan dapat berlansung dengan baik dan lancar. Sebut saja kehamilan Ektopik yang merupakan kehamilan tak lazim yang dialami oleh seorang wanita. Kehamilan Ektopik adalah kehamilan yang terjadi ketika pembuahan ovum dilakukan di luar ovarium. Tuba falopi menjadi bagian rahim yang menjadi lokasi terjadinya kehamilan Ektopik. Normalnya, tuba falopi menjadi lokasi sementara ovum yang sebelumnya telah dibuahi oleh sperma yang nantinya akan dilepas dan menuju ke rahim. Ketika sel telur tersebut tidak juga menuju rahim dan menempel erat pada organ lainnya, kehamilan Ektopik dapat terjadi.

Resiko dan Gejala Kehamilan Ektopik

advertisement

Ketika Anda mendengar kehamilan Ektopik, Anda mungkin kurang paham akan gejala dan resiko dari kehamilan Ektopik tersebut. Hal tersebut merupakan hal yang wajar mengingat kehamilan Ektopik tidak banyak dialami oleh wanita hamil. Karena kehamilan Ektopik dapat menyebabkan dampak yang tidak diharapkan, sebaiknya Anda mengetahui akan resiko kehamilan Ektopik dan gejalanya. Dengan begitu, Anda dapat menghindari dan mengurangi resiko dari kehamilan Ektopik tersebut. Untuk memahami akan gejala dan resiko dari kehamilan Ektopik, simak ulasannya di bawah ini:kehamilan ektopik

Faktor terjadinya resiko kehamilan ektopik

  1. Memilih alat kontrasepsi

Intrauterine Devide atau dikenal dengan IUD merupakan salah satu alat kontrasepsi yang dapat mengurangu resiko kehamilan. Ketika Anda menggunakan akat kontrasepsi tersebut dan hamil, kemungkinan terjadinya kehamilan ektropik sangatlah besar.

  1. Mengindap infeksi dan inflamasi atau pembengkakan

Bagi Anda yang pernah mengalami pembengkakan di area tuba falopi dan terinfeksi penyalit yang menular, resiko mengalami kehamilan ektopik sangatlah tinggi.

  1. Mengalami masalah kesuburan
  2. Memiliki rekam medis terkena kehamilan ektropik
  3. Proses strerilisasi tuba falopi yang tidak sempurna

Gejala kehamilan ektopik

Gejala dari kehamilan ektopik tidak dapat dikenali dengan baik pada awal mula kehamilan ektopik terjadi. Kehamilan ektopik dapat terjadi ketika Anda mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini:

  1. Rasa nyeri yang terasa pada tulang pinggul
  2. Sering merasa pusing dan rasa lemas yang berkepanjangan ketika kehamilan
  3. Rasa nyeri dan sakit pada bahu
  4. Terjadinya pendarahan pada vagina
  5. Merasakan rasa nyeri pada bagian rectum ketika BAB
  6. Terjadinya pendarahan yang hebat kertika tuba falopi sobek
  7. Muntah dan mual yang disertai dengan rasa sakit

Diagnosis Kehamilan Ektopik yang Perlu Dikenali

Seperti pembahasan sebelumnya, kehamilan Ektopik memiliki gejala yang serupa dengan kehamilan normal jika tidak didiagnosa dengan baik. Untuk mengetahui diagnosis kehamilan Ektopik tersebut, pemeriksaan medis perlu dilakukan dengan seksama. Selain pemeriksaan fisik, tes darah dan USG menjadi langkah penting untuk melakukan diagnose akan kehamilan tersebut. USG tranvaginal menjadi prosedur diagnosa paling akurat yang dapat Anda pilih untuk mengetahui terjadinya resiko kehamilan Ektopik. Tidak hanya akurat dalam mengetahui letak janin, proses diagnosa tersebut dapat mengetahui detak jantung pada janin dengan baik. Tes darah yang dilakukan dapat mengetahui tingkat keberadaan hormone hCG. Bagi Anda yang memiliki kandungan hormone hCG yang rendah, Anda kemungkinan mengalami kehamilan Ektopik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *